Penerapan metode dakwah mujadalah (as-ilah wa ajwibah) Muhammad Idrus Ramli dalam buku Madzhab Al-Asyari benarkah Ahlussunnah wal Jama’ah?
Khamdun Khiyaruddin Misbah
الملخص
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan oleh Muhammad Idrus Ramli dalam menjawab petanyaan dari seseorang tentang kebenaran Madzhab Asyariah sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah. Dalam penelitian ini seluruh data diperoleh melalui proses analisis kualitatif deskriptif dengan pola pikir induktif yaitu buku dianalisis melalui pendekatan-pendekatan ilmiah dalam studi Islam berdasarkan data langsung dari subyek penelitian. Penelitian ini pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan secara bersamaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah:\nHasil akhir penelitian ini menunjukan metode yang dilakukan oleh Muhammad Idrus Ramli adalah dakwah melalui tulisan (dakwah bil qolam), cara menjawab pertanyaaan yang dilakukan oleh Muhammad Idrus Ramli dengan menggunakan pendekatan sejarah (history) dan pendekatan filosofis. Pendekatan tersebut digunakan untuk menjelaskan kembali tentang sejarah dan ajaran-ajaran akidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Penggunaan metode dakwah Mujadalah (as-ilah wa ajwibah) yang dilakukan oleh Muhammad Idrus Ramli dengan melalui media buku termasuk dellayed feed-back artinya proses tanya jawab tidak terjadi secara langsung, melainkan antara pertanyaan dan jawaban terjadi rentang waktu yang cukup lama.\nKeberhasilan dakwah Muhammad Idrus Ramli, disebabkan adanya beberapa pemilihan metode dakwah yang sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini terjadi dengan pergeseran akidah akibat banyak aliran-aliran yang ada di Indonesia, sehingga perlu ditekankan adanya akidah yang sesuai dengan masyarakat Indonesia yang memang terdiri dari dari berbagai macam suku, budaya dan agama. Muhammad Idrus Ramli mengambil peran untuk mempertegas akidah Islam rahmatan lil alamin yang dijadikan simbol perjuangan oleh masyarakat nahdliyin. Penjelasan Idrus Ramli mengenai akidah Islamnahdliyin inilah yang menjadi dasar pembuatan buku tersebut.\nMenurut penulis secara keseluruhan dakwah yang dilakukan Muhammad Idrus Ramli merupakan khazanah dakwah yang harus terus dikembangkan bagi calon da’imasa depan. Karena tantangan kedepan akan semakin kompleks. Sehingga, selain seorang da’imempunyai kemampuan untuk berceramah, juga harus mempunyai kemampuan untuk menulis. Inilah tantangan yang harus dijawab oleh generasi masa depan.