PERAN MADRASAH NIẒĀMIYAH DALAM PENGEMBANGAN PAHAM SUNI DI BAGHDAD ( 1065-1258 M )
Dwi Rudi Yanto
الملخص
Skripsi ini berjudul “PERAN MADRASAH NIẒĀMIYAH DALAM PENGEMBANGAN PAHAM SUNI DI BAGHDAD ( 1065-1258 M )” dengan rumusan masalah sebagai berikut: pertama bagaimana perkembangan Madrasah Niẓāmiyah. Kedua bagaimana perkembangan paham Suni. Yang ketiga bagaimana peran Madrasah Niẓāmiyah dalam pengembangan paham Suni.\nSkripsi ini mengkaji Madrasah Niẓāmiyah dengan menggunakan metode sejarah; yaitu proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya untuk merekonstruksikan kejadian masa lampau. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran dokumen terkait, baik yang ditulis oleh ilmuan sezaman dengan Madrasah Niẓāmiyah ataupun data yang ditulis oleh ilmuan modern. Data tersebut dipilih sesuai dengan tema yang diambil dan dianalisis untuk diperoleh data yang sesuai kemudian baru ditulis. Pendekatan yang dipakai dalam penulisan Skripsi ini adalah pendekatan sosio-historis. Penulis memaparkan keadaan sosial yang ada pada masa lampau, dalam hal ini adalah Madrasah Niẓāmiyah. Sedangkan teori yang dipakai adalah teori konflik milik Karl Max Weber. Weber berpendapat bahwa konflik disudahi dengan konflik. Selanjutnya ia berpendapat bahwa “perkembangan penuh ide-ide kreatif manusia sebagai tujuan kemajuan”. Penulis melihat Madrasah Niẓāmiyah merupakan ide tersebut.\nPenelitian ini menyimpulkan bahwa Madrasah Niẓāmiyah adalah sebuah ide setelah konflik dan kekerasan antara kelompok Suni dan Syiah, Madrasah Niẓāmiyah diharapkan dapat menguatkan paham Suni yang tengah berkuasa dan tertindas sebelumnya. Harapan ini terwujud. Setelah Madrasah Niẓāmiyah eksis, munculah tokoh-tokoh besar berpaham Suni yang berpengaruh pada masa itu. Contohnya al-Ghozali, ia adalah seorang ulama besar yang menjadi Rektor di Madrasah Niẓāmiyah dan juga menjadi penasihat Kholifah. Contoh lain adalah al-Juwaini, ia adalah ulama besar yang juga mengajar di Madrasah Niẓāmiyah