Perancangan pesantren budaya di Tumpang Kabupaten Malang: Tema arsitektur nusantara
Muhamad Taufik
Abstract
INDONESIA:\n\nSejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran dan perjuangan pesantren. Sejak masa awal kedatangan Islam, terutama pada masa walisongo hingga masa penjajahan belanda,masa kemerdekan hingga kini, persantren telah menyumbang sejuta jasa yg tak ternilai harganya bagi Indonesia terutama kepada pengembangan agama Islam.\n\nPesantren adalah salah satu pendidikan yang hanya ada di Indonesia yang telah berkembang dari generasi ke generasi sehingga banyak mengalami perubahan dalam metode pengajarannya, dari mulai pesantren salafiyah yang hanya di ajarkan kitab-kitab klasik saja dengan metode belajar yang sangat sederhana sampai kepada pesantren modern yang sudah jauh lebih banyak lagi dengan metode pembelajarannya yang sudah sangat modern. Pesantren juga sejak dulu sampai sekarang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Di semua kalangan, baik kalangan tua, muda ataupun anak-anak. Begitu besarnya peran pesantren di masyarakat Indonesia karena pesantren satu-satunya lembaga pendididkan yang sudah terbukti dan mampu dari dulu sampai sekarang untuk mencetak manusia-manusia yang berkualitas dengan mempunyai akhlakulkarimah yang sudah tersebar di segala penjuru negeri ini. \n\nNurcholis Madjid dalam buku beliau yang berjudul Bilik-Bilik Pesantren (Paramadina-Jakarta, 1997) menyebutkan, bahwa pesantren mengandung makna keislaman sekaligus keaslian Indonesia. Kata “pesantren” mengandung pengertian sebagai tempat para santri atau murid pesantren, sedangkan kata “santri” diduga berasal dari istilah sansekerta “sastri” yang berarti “melek huruf”, atau dari bahasa Jawa “cantrik” yang berarti orang yang mengikuti gurunya kemanapun pergi. Dari sini kita memahami bahwa pesantren setidaknya memiliki tiga unsur yaitu Santri, Kyai, dan Asrama.\n\nBegitu besarnya pengaruh pesantren di kalangan masyarakat, hingga tidak ada matinya dari zaman dulu sampai sekarang selalu exis untuk menunjukan keberadaannya, di mana-mana banyak berdiri pesantren baik yang salafiyah ataupun yang modern, itulah betapa pentingnya pesantren. Untuk pesantren budaya dalam hal ini yaitu menyatukan antara budaya pesantren dengan budaya masyarakat lokal agar semunya menjadi harmonis.\n\nENGLISH:\n\nIndonesia’s history can noy be sparated from the role and strugel of Islamic boarding school. Since the early day of arrival from islam, especially during walisongo to Duch colonial period, a period of independence until now, Islamic boarding school have contributed a million services that are priceless for Iindonesia, especially to the development of Islam.\n\nIslamic boarding school is one of education that exists only in Indonesia, which has evolved from generation so many changes in teaching methods, ranging from salafiyah that only taught the classis book with simple learning methods to Islamic modern boarding school already much more with modern learning methodologu. Islamic boarding school dan been embedded in Indo