Takdir dalam Al-Qur’an: Pendekatan Tafsir Tematik dan relevansinya dengan film no country for old men
Arghaprima, Em Fauqi Majdy
Abstract
ABSTRAK Konsep takdir merupakan bagian penting dalam akidah Islam dan sejak dulu menjadi perdebatan para ulama. Perdebatan ini muncul karena adanya pertanyaan tentang bagaimana cara memahami kehendak Allah yang mencakup segala sesuatu, sementara manusia tetap diberi kebebasan untuk memilih. Hal ini kemudian melahirkan berbagai pandangan teologis seperti Qadariyah, Jabariyah, Asy‘ariyah, dan Maturidiyah. Hingga sekarang, isu takdir masih relevan karena berhubungan dengan pembahasan modern tentang kebebasan, determinisme, dan tanggung jawab moral, serta sering muncul dalam budaya populer. Salah satu contoh karya modern yang mengangkat tema takdir adalah film No Country for Old Men (2007). Film ini menampilkan bagaimana manusia menghadapi pilihan hidup, konsekuensi, dan kekuatan misterius yang terlihat sulit dihindari. Melalui karakter Anton Chigurh dan simbol lemparan koin, film ini mengajak penonton mempertanyakan apakah hidup manusia sepenuhnya ditentukan atau masih memberi ruang untuk memilih. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan: (1) bagaimana Al-Qur’an menjelaskan konsep takdir melalui pendekatan tafsir tematik (mawḍhū‘ī); (2) bagaimana film No Country for Old Men menggambarkan tema takdir dan determinisme; dan (3) bagaimana relevansi antara pemahaman Qur’ani dengan representasi film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data primer berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang takdir serta penjelasannya dalam kitab tafsir, sementara data sekunder berasal dari literatur teologi, filsafat, dan kajian film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menjelaskan takdir secara seimbang: Allah memiliki kekuasaan mutlak, tetapi manusia tetap diberikan ikhtiar dan tanggung jawab moral atas perbuatannya. Sementara itu, film No Country for Old Men cenderung menampilkan pandangan yang lebih fatalistik melalui tokoh Chigurh yang digambarkan sebagai kekuatan tak terhindarkan. Meski demikian, keduanya sama-sama menggambarkan pergulatan manusia dalam menentukan pilihan hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep takdir dalam Al-Qur’an dapat berdialog dengan wacana budaya modern dan memberi perspektif etis terhadap persoalan eksistensial manusia. ABSTRACT The concept of destiny (qadar) is an important part of Islamic theology and has long been debated by scholars. This debate appears because there is a question about how to understand Allah’s will, which covers everything, while humans are also given freedom to choose. These discussions later formed different theological views such as Qadariyyah, Jabariyyah, Ash‘ariyyah, and Maturidiyyah. Until today, the issue of destiny remains relevant because it relates to modern discussions about free will, determinism, and moral responsibility, and it often appears in popular culture. One example of a modern work that explores the theme of destiny is the film No Country for Old Men (2007). The film shows how humans face choices, consequences, and mysterious forc