Penafsiran Maulana Muhammad Ali tentang mukjizat para Nabi dalam al-qur’an
Muhamad Firdaus
Аңдатпа
Mukjizat merupakan peristiwa luar biasa yang diberikan oleh Allah\nkepada para Nabi untuk membuktikan kenabiannya. Pada umumnya sesuatu yang\nluar biasa itu menjadi tidak bisa masuk akal, irasional. Seperti halnya Nabi Musa\nAs. yang membelah lautan dan Nabi Isa As. yang bisa menghidupkan orang mati.\nPenelitian dalam skripsi ini menggunakan metode analisis-deskriptif yang\nberkisar pada penjelasan penafsiran Maulana Muhammad Ali tentang mukjizat\npara nabi dalam al-Qur’an langkah yang penulis lakukan dalam pengumpulan data\nadalah melacak kata mukjizat yang ada dalam terjemah tafsirnya Qur’an Suci\nTerjemah dan Tafsir, kemudian mencari pembahasan mukjizat para nabi dalam al-\nQur’an, baru kemudian membandingkan terjemah bahasa Inggris dengan bahasa\nIndonesianya. Selanjutnya menganalis penafsiran Maulana Muhammad Ali dan\nmengkritiknya.\nSemua ayat yang terkait dengan mukjizat para nabi dari mulai Nabi Ṣālih\nA.s. sampai Nabi Muhammad Saw. keseluruhan ditafsirkan secara rasional oleh\nMaulana Muhammad Ali, untuk menuju kesimpulan yang rasional ia terkadang\nmerujuk pada Bible dan cara yang lain adalah memaknai ayat tersebut sebagai\nkiasan sehingga maksud ayat yang asalnya tidak masuk akal menjadi logis.\nPenulis memberikan beberapa kritikan terhadap kesimpulan Maulana\nMuhammad Ali bahwa adanya fakta sejarah dan fakta ilmiah mengenai peristiwa\ntersebut, di sisi lain hadis yang digunakan oleh Muhammad Ali tidak sesuai\ndengan konteksnya, dan kurang validnya rujukan yang ia gunakan yaitu Bible\nyang notabenenya sudah banyak perubahan.
Басылым мәліметтері
Қолжетім
Дерек көздері
- davetoa-W28990579992026-07-10T09:07:30.419756+03:00