Komparasi Sistem Pembelajaran Berbasis Paham Keagamaan pada Pondok Pesantren An-Nahdlah dan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah di Kota Makassar
Badruzzaman Badruzzaman
Awtorlar
Badruzzaman Badruzzaman
Annotasiýa
Penelitian ini menemukan: 1) Kedua pesantren sasaran mengembangkan paham keagamaan Ahlusunah Waljamaah, tetapi berbeda sumber ajaran. Pesantren An-Nahdlah mengembangkan paham keagamaan yang bersumber dari Abu Hasan al Asy’ari dan Imam Abu Mansur al Maturidi (aspek akidah), mengikuti mazhab empat yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali (aspek fikih), mengikuti paham Imam Junaid al-Bagdadi dan Imam al-Gazali (aspek tasawuf), dan dalam peran sosial menganut sikap tawa>sut } dan I‘tida>l, tasa >muh, tawa>zun dan amar ma’ruf nahi munkar. Sementara paham keagamaan yang dikembangkan oleh Pesantren Wahdah Islamiyah mendasarkan pada Alquran dan Sunah sesuai pemahaman Salaf Saleh dengan menjadikan paham keagamaan Mutharrif bin Abdilllah Shikhkhir al-Amiri al Harasyi al-Basri sebagai sumber ajaran. Empat prinsip ajaran yang dikembangkan di Pesantren Wahdah Islamiyah, yaitu (a) Rasulullah adalah qudwah; (b) mengikuti Alquran dan Sunah sesuai paham Salaf Saleh; (c) tidak ada makhluk yang maksum, dan (d) tidak ada ijtihad kecuali atas pertimbangan Alquran dan Sunah menurut pemahaman Salaf Saleh. 2) Paham keagamaan diajarkan secara monolitik di Pesantren An-Nahdlah yaitu mata pelajaran Ke-NU-an dan Aswaja serta pengajian kitab-kitab klasik. Sementara di Pesantren Wahdah Islamiyah paham keagamaan diajarkan secara terintegrasi dengan lima mata pelajaran agama madrasah yang merujuk pada kitab-kitab terbitan Arab Saudi.
Neşir maglumatlary
- Salgylanma sany
- 1
Elýeterlilik
Maglumat çeşmeleri
- openalexW29397221112026-07-10T14:41:06.839192+03:00