NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU TASAWUF SEBAGAI KRITIK SOSIAL KARYA SAID AQIL SIRAJ
Ufi Bahrul Hikam
Annotatsiya
Krisis akhlak yang menimpa negeri ini telah menyadarkan kita semua untuk berlomba-lomba memperbaikinya, minimal dimulai dari diri sendiri. Kembali kepada ajaran al-Qur’an dan al-Sunnah merupakan solusi yang tepat dalam penyelesaian krisis akhlak ini untuk itu dipilihlah pokok permasalahan tentang nilai-nilai pendidikan tasawuf ayang terkandung dalam buku Tasawuf sebagai Kritik Sosial karya Said Aqil Siraj, dan implementasi nilai-nilai tersebut dalam buku itu.\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan tasawuf yang terkandung dalam buku Tasawuf sebagai Kritik Sosial karya Said Aqil Siraj, dan implementasi nilai-nilai tersebut dalam buku itu. Karena disamping penulis ingin mengetahui nilai-nilai pendidikan tasawuf tersebut, penulis juga ingin mengetahui apakah realita masayarakat Islam Indonesia masa kini telah mencerminkan nilai-nilai pendidikan tasawuf atau kah jauh sekali. \nPenulisan skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dan metode yang digunakan dalam menganalisis datanya adalah content Analysis (Analisis Isi). Oleh karena itu, guna mendapatkan data-data yang dibutuhkan, peneliti menelaah buku-buku kepustakaan yang relevan dengan judul skripsi ini. Berdasarkan penelitian ini, maka kami menyimpulkan bahwa: Pertama, nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam buku Tasawuf sebagai Kritik Sosial karya Said Aqil Siraj, antara lain: mendekatkan diri kepada Allah (Allah), tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), i’tidal (jalan tengah), tasamuh (toleran, pengertian). Kedua, implementasi nilai-nilai tersebut dalam buku itu bisa dijelaskan bahwa dalam praktik-praktik umat Islam sehari-hari mengandung nilai-nilai pendidikan tasawuf yang dapat dijadikan motivasi dan sekaligus pelajaran bagi mereka untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) dan mengenal-Nya lebih dekat lagi. Seperti contoh zikir, doa, wirid, ini semua dasarnya bersumber dari al-Qur’an sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan di atas pada surah al-Baqarah ayat 152. Dan empat nilai yang lain (tawassutrh, tawazun, i’tidal, dan tasamauh) adalah terimplementasikan dalam organisasi-oragnisasi sosial, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.