Pemikiran Teologi Islam A. Hassan (Kajian Analitis Untuk Mengetahui Posisi Pemikiran Teologi Islam A. Hassan)
Noer Iskandar Al-Barsany
Özet
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, seperti dikemukakan didalam bukunya “Teologi Islam”, Teologi Islam atau ilmu Kalam yang di diajarkan di Indonesia pada umumnya adalah teologi dalam bentuk ilmu tauhid, sehingga pembahasannya biasanya kurang luas dan kurang bersifat filosofis bahkan cenderung membahas satu aliran yaitu aliran (firqah, mazhab) Imam Abu Hasan al-Asy’ari (lahir di Basrah Irak tahun 260 H/ 873 M dan wafat di Bagdad tahun 324 H/935 M), atau aliran al-Asy’ariyah (ulama pengikut Imam Abu Hasan al-Asy’ari). Terutama seperti yang dikemukakan oleh Prof.Dr. H.M. Rasyidi dalam “Kata Pengantar”nya terhadap buku “Teologi Islam” tersebut; yang diajarkan di Pondok-pondok Pesantren, seperti kitab-kitab; Ummul Barahin, Aqidatul Awam, Sanusiyah dan kitab-kitab sejenisnya, menjadi out of date karena hanya membahas sifat dua puluh, nama-nama para Nabi dan sebagainya, kecuali di beberapa Perguruan Tinggi Islam seperti di PTAIN Yogyakarta, dimana Prof. Taib Thahir Abd. Mu’in mengajarkan kitabTaudih al-Adillah karya Abdurrahman al-Jazairi. Kitab tersebut membahas secara luas dan mendalam difinisi ilmu Kalam dan juga perdebatan antara paham Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah. Istilah teologi Islam atau Ilmu Klam semakin popoler setelah istilah itu ditetapkan menjadi kurikulum di IAIN tahun 1975. Bersamaan dengan itu lahir karya para pakar di lingkungan IAIN menggunakan istilah “Teologi Islam” atau dengan penjelasan “Ilmu Kalam” di dalam dua tanda kurung, sebagai title karyanya di bidang teologi yang membicarakan tentang dasar-dasar agama (usul al-din). Dari situ masyarakat di luar IAIN seperti dikemukakan oleh Prof. Dr. Harun Nasution dalam “Pengantar” karyanya “Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah”- mengenal pemikiran yang berkembang dari para teolog Islam berbagai aliran. Ulama kenamaan Indonesia yang produktif melahirkan banyak karya tentang ilmu keislaman, yakni A. Hassan, menggunakan title karya kitabnya dengan istilah Tauhid (judul lengkapnya Kitab At-Tauhid) untuk judul karyanya yang membicarakan dasar-dasar agama Islam atau aqa’id. Sehingga, seperti umumnya ulama konservatif lain, Hassan tidak membahas ilmu tentang dasr-dasar agama secara sistematis dan filosofis. Ini diakui Hassan sendiri bahwadalam bidang ini ia tidak perlu berpikir secara mendalam.Karena yang terpenting bagi Hassan bukanlah mendiskusikan masalah-masalah di bidang itu, tetapi ialah mengamalkanajaran-ajaran yang diperintahkan oleh Allah swt. Maka pembaruan Hasan dalam Islam, meskipun ia popular disebut sebagai reformis atau mujaddid kenamaan Islam di Indonesia dan pengaruhnya meluas sampai ke negaratetangga seperti Malaysia dan Singapura, banyak perhatiannya kepada bidang hokum Islam (fiqih) dan sebagian kepada bidang akidah dalam arti keyakinan yang berhubungan dengan iman dan praktek-praktek keagamaan dalam kehidupan sehari-hari . Sehingga corak pembaruan dalam Islam Hassan lebih tepat dikatakan pembaruan pemurnian (puritanisasi) untuk mengembalikan bentuk kei
Yayın Bilgileri
Veri Kaynakları
- davetoa-W15712423482026-07-10T09:07:30.411326+03:00