NILAI HADIS KITAB AL-TAUHID KARYA IBN KHUZAYMAH BAB “RU’YATULLAH YAUM AL-QIYAMAH” DALAM PERSPEKTIF KAEDAH KESAHIHAN HADIS
Raadliyatush Shalihah
Xülasə
Tesis ini dilatarbelakangi oleh pernyataan Ibn Khuzaymah dalam muqaddimah kitabnya yang menyatakan bahwa hadis-hadis di dalam kitabnya berkualitas sahih. Penelitian ini ditujukan untuk memverifikasi peryataan Ibn Khuzaymah tersebut. Penelitian ini dikhususkan pada bab “Ru’yatullah Yaum Al-Qiyamah”. Bab ini dipilih, karena terdapat beberapa aliran kalam yang memiliki pendapat berbeda. Di antaranya, Mu’tazilah, Syi’ah dan Ash’ariyah. Kelompok Mu’tazilah berpendapat bahwa manusia tidak akan pernah dapat melihat Tuhannya secara langsung. Syiah berpendapat bahwa manusia melihat Tuhannya bukanlah melalui mata secara langsung akan tetapi melalui mata hati mereka. Adapun Ash’ariyah dan Maturidiyah memiliki pendapat yang hampir sama yaitu pada hari kiamat kelak, manusia dapat melihat Tuhannya secara langsung dan hanya Tuhanlah yang mengetahui bagaimana caranya. Kajian hadis dalam kitab Al-Tauhid ini diharapkan dapat memberikan penguat argumentasi bagi salah satu aliran kalam.\nDari latar belakang tersebut, diperoleh dua rumusan masalah yaitu : Pertama, Bagaimana kualitas sanad dan matan hadis dalam kitab Al-Tauhid Ibn Khuzaymah bab “Ru’yatullah Yaum Al-Qiyamah” perspektif kaedah kesahihan hadis ? Kedua, Bagaimana implikasi nilai hadis dalam kitab Al-Tauhid Ibn Khuzaymah bab “Ru’yatullah Yaum Al-Qiyamah” terhadap penggunaannya sebagai dasar akidah ?\nPenelitian ini menggunakan jenis penilitian kualitatif verifikatif dan dalam mengumpulkan data menggunakan teknik studi pustaka. Adapun penelitian ini dilakukan untuk memverifikasi pernyataan Ibn Khuzaymah pada muqaddimah kitabnya yang menyatakan bahwa semua hadis dalam kitab Al-Tauhid berkualitas sahih.\nDari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa dari lima hadis yang diteliti terdapat dua hadis yang berkualitas da’if sehingga tidak dapat dijadikan sebagai dasar akidah. Hadis pertama, kedua dan ketiga berkualitas da’if yaitu majhul. Hadis keempat berkualitas da’if yaitu munkar dan hadis kelima berkualitas da’if yaitu majhul\nDengan adanya penelitian ini diharapkan para pembaca kitab Al-Tauhid karya Ibn Khuzaymah dapat memilah hadis yang dibaca atau dikaji dan tidak langsung diyakini kebenarannya. Penelitian ini juga diharapkan dapat dilanjutkan agar para pembaca kitab Al-Tauhid dapat memilah hadis sebelum menggunakannya sebagai dasar akidah karena tidak semua hadis yang terkandung berkualitas sahih