Peran Pemuka Agama Dalam Memelihara Kerukunan: Studi Kasus Hubungan Islam dan Katolik Di Desa Pabian Kabupaten Sumenep
Wasil Wasil
Xülasə
dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Sebuah pendekatan yang digunakan\npeneliti untuk memahami interaksi umat Islam dan Katolik di Desa Pabian yang\nberjalan harmonis dan penuh kerjasama. Dan kemudian bagaimana pola-pola\ninteraksi itu dipengaruhi dan dilandaskan atas dasar pemahaman ajaran agama\nyang diinternalisasikan dan diaktualisasikan oleh pemuka agama masing-masing.\nHal ini menegaskan peran pemuka agama dalam mewujudkan dan\nmemelihara kerukunan antar umat beragama sangat besar dan dibutuhkan. Peran\npemuka agama dibutuhkan dalam hal membangun dan menginternalisasikan\nteologi kerukunan atau memberikan pemahaman keagamaan moderat dan toleran\nterhadap umat beragama.\nPemahaman keagamaan umat beragama sangat mempengaruhi tingkat\nharmoni dan kondisi kerukunan antar umat beragama. Jika suatu masyarakat\nmemiliki pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstrem, maka yang terjadi\nadalah sikap saling curiga, permusuhan dan sesat-menyesatkan. Bahkan apapun\nyang menjadi simbol dari keberadaan agama yang dianggap musuh dan sesat, bisa\nmudah jadi sasaran kebencian yang berimplikasi pada perusakan atau kekerasan\natas nama agama.\nUntuk mencegah terjadinya konflik antar umat beragama, pemahaman\nkeagamaan yang moderat dan toleran sangat diperlukan. Moderat dengan sebuah\npengertian pemahaman keagamaan yang tidak eksklusif dan ekstrem, namun\nberada dalam posisi di tengah. Sedangkan toleran dalam arti menerima perbedaan\nagama sebagai kondrat Tuhan dan sanggup berdampingan secara damai dan penuh\nkerjasama.\nDi sinilah signifikansi peran pemuka agama dalam memberikan dan\nmenanamkan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran kepada umat\nberagama di Desa Pabian Kabupaten Sumenep dengan melalui berbagai media\nseperti majlis taklim, pengajian dan mimbar masjid; khotbah jumat dan kuliah\nsubuh. Sehingga hal ini memberikan dampak dan motivasi positif pada hubungan\ndan interaksi antar umat beragama di Desa Pabian yang berjalan dengan rukun\ndan damai.\nInteraksi antar umat beragama di Desa Pabian bisa dilihat dan telah\nterwujud dalam bentuk-bentuk kerjasama yang saling menguatkan dan\nmembutuhkan seperti hubungan dalam bentuk sosial-keagamaan, kesehatan,\npendidikan, dan ekonomi. Bentuk-bentuk kerukunan ini dilandasai atas dasar\nsikap saling menerima dan menghormati antar umat beda agama.\nDengan demikian, pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran yang\nditanamkan oleh pemuka agama masing-masing, umat Islam dan Katolik di Desa\nPabian tidak akan mudah terpancing dengan isu-isu provokatif yang dapat\nmerusak harmoni dan kerukunan tersebut