Pengaruh mazhab kalam dalam kitab fath al-bari syarh sahih al-bukhar
Maulana Sidqi
Özet
Skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara aliran atau\npaham mazhab kalam dalam menyikapi suatu masalah. sehingga seorang ulama ahli\nhadis dalam mensyaraḥ suatu hadis, mungkin bisa terpengaruh oleh mazhabnya\ndalam mensyarḥ suatu hadis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah hal\ntersebut benar terjadi atau justru malah sebaliknya.\nTeologi merupakan ilmu yang membahas ajaran-ajaran dari suatu agama,\nseseorang yang ingin mendalami agama yang dianutnya perlu mempelajari ilmu\nteologi agar mendapat keyakinan berdasarkan pada landasan yang kuat dan tidak\nmudah diombang-ambing oleh zaman. Semasa Rasulullah masih hidup, belum\nterdapat aliran atau paham teologi yang muncul. Hal ini dikarenakan setiap masalah\nyang muncul dapat langsung diselesaikan oleh Raasulullah saw. setelah Rasulullah\nsaw. wafat barulah muncul berbagai aliran atau paham yang berkenaan dengan\nteologi.\nPenelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kulalitatif dengan\nkajian pustaka, yakni, yang disajikan dengan cara menulis, mengedit, mereduksi, dan\nmenyajikan data serta menganalisanya. Dalam hal ini penulis membahas Ibnu Ḥajar\nal-‘Asqalanī dengan karyanya Fatḥ al-Bārī Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī tentang masalah\ntakdir karena dalam masalah tersebut terdapat adanya perbedaan pendapat antara satu\nmazhab dengan mazhab lainnya.\nDari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam berpendapat\nmengenai masalah takdir, Ibnu Ḥajar cenderung berteologi dengan cara tradisional.\nKesimpulan ini diperkuat dengan bukti-bukti bahwa dari beberapa uraian hadis\ntentang tema takdir terdapat kesamaan antara pemikiran Ibnu Ḥajar al-ʻAsqalanī\ndengan aliran teologi tradisional yang sudah ada sebelumnya yaitu Ahl al-Sunnah wa\nal-Jamāʻah atau Asy’ariyah.